Jauh sebelum pandemi Covid-19 terjadi, Indonesian Documentary Engine telah melakukan pengamatan dan riset  terhadap perilaku digital masyarakat di Indonesia melalui penggunaan sosial media.

Pascareformasi 1998 menandakan terbukanya demokrasi di Indonesia yang membawa angin segar pada pertumbuhan dan perkembangan komunitas film di Indonesia. Perkembangan teknologi informatika dan telekomunikasi (TIK) digital yang begitu cepat, smart phone dan sosial media mengubah kebiasaan umat manusia. Penggunaan berbagai aplikasi digital merupakan salah satu bentuk perayaan terhadap hadirnya situasi demokratis tersebut.

Pandemi Covid-19 memaksa setiap orang untuk mematuhi protokol kesehatan. Bekerja dari rumah dan sosial distancing  telah membawa kebiasaan baru dan perubahan perilaku umat manusia, yang secara intens menggunakan sarana TIK sebagai media untuk bekerja.

Sejak awal masa pandemi 2020, IDE sebagai wujud inisiatif dari pegiat TIK dan perfilman dokumenter menggunakan kesempatan emas di masa pandemi untuk merapikan data-data terkait perfilman dokumenter di Indonesia, yang dikumpulkan melalui berbagai bentuk fisik dan data digital. Untuk mengaktivasi data-data tersebut, IDE menggunakan sosial media untuk mendistribusikan storymaps sebagai perwujudan pengolahan data perfilman dokumenter yang dapat diakses melalui kanal youtube dan instagram; Indonesian Documentary Engine #documentaryengine.

Dengan kolaborasi yang digiatkan bersama pegiat perfilman dokumenter di Indonesia, IDE mendorong terciptanya searching engine perfilman dokumenter yang dapat diakses dan bermanfaat bagi pengembangan perfilman dokumenter baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

RISET IDE

Melalui survey, IDE menyebarkan formulir yang dapat diisi oleh setiap pegiat perfilman dokumenter di Indonesia. Diharapkan dengan survey tersebut, setiap potensi perfilman dokumenter dapat memberikan kontribusi berupa pengisian data. Pooling tersebut akan dikumpulkan dan dianalisis melalui mesin data analisis IDE yang akan dikembalikan kepada para kontributor dalam bentuk storymaps, yang dikonversi dari Geography Information System (GIS) sehingga dapat memberikan informasi yang detail kepada stake holder perfilman dokumenter tentang potensi perfilman dokumenter di berbagai wilayah di Indonesia.

IDE mengajak setiap pihak untuk mengembangkan perfilman dokumenter di Indonesia berbasis data, yang dikumpulkan langsung dari para pelaku perfilman dokumenter. Dengan demikian, cita-cita untuk mewujudkan searching engine perfilman dokumenter dapat terwujud melalui kolaborasi tersebut.

STORYMAPS IDE

Storymaps IDE menyajikan informasi hilir hulu potensi perfilman dokumenter di Indonesia. Potensi perfilman dokumenter di Indonesia terdiri dari komunitas film dokumenter, pegiat perfilman dokumenter, rumah produksi, akademi film, Sekolah Menengah Kejuruan (Audio Visual), festival film dokumenter, informasi film dokumenter, minat pangsa pasar film dokumenter, kebutuhan pegiat perfilman dokumenter, dan lain-lain. Diharapkan informasi yang diolah dari data IDE tersebut dapat memberikan gambaran bagi setiap stake holder perfilman dokumenter dalam mewujudkan pengembangan perfilman dokumenter di Indonesia.

Sebagai bahtera data perfilman dokumenter di Indonesia, IDE mengajak setiap stake holder perfilman di Indonesia untuk merujudkan kolaborasi sehingga dapat mencapai kemajuan-kemajuan bersama di masa depan.

Kiriman tulisan dari IDE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here