Sebuah perjalanan dimulai dan pasti harus berakhir di sebuah tujuan atau pun persinggahan. Perjalanan Minikino Film Week (MFW) 7, Bali International Short Film Festival berakhir pada Sabtu, 11 September 2021 lalu; satu lagi persinggahan menuju MFW selanjutnya yang tujuannya telah pasti di 2 – 10 September 2022.

MFW adalah sebuah kolaborasi bersama banyak pihak, semuanya ikut andil membentuk perjalanan dan kualitas festival ini. Sejak pandemi melanda dunia, setiap langkah serasa tidak pernah mulus. Tahun 2021 memang terasa lebih sulit untuk menyelenggarakan festival ini. Namun ketika kita semua mengusung semangat dan harapan yang sama, maka kita bisa berjuang bersama.

Total 166 mata acara pemutaran film dan kegiatan Short Film Market berhasil terlaksana dalam MFW7. Tercatat 1997 penonton hadir di 14 lokasi yang tersebar di seluruh pulau Bali dan sekitar 366 views acara yang disiarkan online.

Program yang selalu menarik banyak perhatian adalah layar tancap. Sejak awal MFW selalu mengembangkan modul pelatihan yang mengiringi Pop Up Cinema ke desa-desa. Tahun sebelumnya kami sudah mengenalkan kepada anak-anak dan remaja tentang bagaimana terjadinya gambar bergerak, bagaimana membaca gambar atau bagaimana sebuah film dibuat. Sementara tahun ini pelatihan Pop Up cinema, memperkenalkan media baru yang bisa diproduksi dengan gadget atau HP mereka sendiri.

MFW Awarding Event

Minikino Film Week 7 ditutup dengan International Awarding Event, pada (11/9/2021). Dalam kegiatan ini, MFW mengumumkan berbagai penghargaan baik Internasional dan juga penghargaan Nasional.

Peraih penghargaan Internasional dan Nasional Award untuk masing-masing kategori, adalah sebagai berikut:

MFW7 Best Animation Short
Thorns and Fishbones” (sutradara: Natália Azevedo Andrade, Hungaria, 2020);

MFW7 Best Audio Visual Experimental Short
“Inside”
(sutradara: Yann Chapotel, Perancis, 2020);

MFW7 Best Children Short
“Girlsboysmix”
(sutradara: Lara Aerts, Belanda, 2020);

MFW7 Best Documentary Short
“Why Didn’t You Stay For Me”
(sutradara: Gevers Milou, Belanda, 2020);

MFW7 Best Fiction Short
“Makassar Is A City For Football Fans” (sutradara: Khozy Rizal, Indonesia, 2020);

MFW7 Programmer’s Choice
“A Lonely Afternoon”
(sutradara: Kyle Credo, Kanada, 2020). Sedangkan penghargaan tertinggi, yakni

MFW Best Short Film of the Year 2021
“I Am Afraid to Forget Your Face”
(sutradara: Sameh Alaa, Mesir, Prancis, Belgia, Qatar, 2020).

Begadang Filmmaking Competition 2021
“Pro Cast”
(sutradara: Immanuel Kurniawan, Victoria Film, Malang, Jawa Timur, 2021).

MFW National Competition 2021
“Masa Depan Cerah 2040”
(sutradara: Winner Wijaya, Fiksi, 2020)

Special Jury Mention
“Chintya”
(sutradara: Sesarina Puspita, Fiksi, 2019)

“Salmiyah”
(sutradara: Harryaldi Kurniawan, Dokumenter, 2019)

Raoul Wallenberg Institute Asia Pacific Award at MFW7
“The Last Breath of the Tonle Sap”
(sutradara: Thomas Cristofoletti, Robin Narciso, Kamboja, 2020).

 

SHARE
Pencerita yang suka berbagi melalui tulisan, foto, tarot dan film yang terus didalami dan dinikmati. Tahun 2019 mengeluarkan buku kumpulan cerpen Politk Kasur, Dengkur dan Kubur. Beraktivitas bersama Minikino, Film Sarad, Mipmap dan Bali Tersenyum.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here