Festival-Virtual-dan-Augmented-Reality-minikino

Virtual menjadi kata yang sangat ramai digunakan sejak Covid-19 melanda dunia. Misalnya meeting virtual atau festival virtual, yang mengacu pada aktivitas yang dilakukan, dibuat atau dipresentasikan menggunakan teknologi perangkat lunak komputer dan internet.

Sebuah festival virtual bernama VRDays Europe berlangsung pada 13-17 November 2021, di mana Indonesia terlibat sebagai Global Partner yang di wakili oleh Minikino. VRDays Europe merupakan Festival Virtual and Augmented Reality yang terselenggara secara fisik di Perpustakaan Publik Oosterdok, Amsterdam dan dibarengi dengan penyelenggaraan secara online di berbagai Negara melalui Laval Virtual World.

Minikino menjadi satu-satunya Global Partner di Asia Tenggara. VRDays Europe juga bermitra dengan institusi, organisasi, dan platform yang turut bergerak di dunia XR (Extended Reality) dari berbagai belahan dunia, di antaranya, APDC (Portugal), Euromersive Turkey (Turki), Helsinki XR Center (Finlandia), Karma Lab, XR at Koç University Istanbul (Turki), Laval Virtual (Perancis), Showtime VR Story (Polandia), Styly: Psychic VR Lab (Jepang), Torino Short Film Market (Irlandia), VR Academia (India dan Hyderabad), VR AR Academia (Kolkata, India), VR-AR Academia (Delhi, India), VRINN (Norwegia), XR Academia (Kolombia dan Belanda), dan XRBR (Brazil).

Sebelumnya Minikino telah menghadirkan pengalaman menonton film menggunakan Virtual Reality (VR) di Minikino Film Week 7 – Bali International Short Film Festival 2021, yang menghadirkan Film “Penggantian” karya Jonathan Hagard

Menikmati Tiga Film Virtual Reality Selama Lima Hari

Dalam penyelenggaraan VRDays Europe di Bali, Minikino menyajikan film-film VR dan diskusi panel bersama kreator dan produser VR. Tersedia tiga film yang bisa dinikmati menggunakan kacamata VR di venue acara, yakni MASH Denpasar. Film yang diputar adalah “Myriad” (produksi Miiqo Studios, 2021), “Symphony” (produksi “la Caixa” Foundation, ditulis dan disutradarai oleh Igor Cortadellas, Spanyol, 2020), dan “Narcissus and Echo” (produksi kolaborasi Veejays.com dan House of Makers, Belanda, 2021).

Film VR Myriad

Myriad merupakan film 360° 3D Documentary untuk menangkap kisah salah satu program reintroduksi paling spektakuler di Eropa: reintroduksi burung ibis botak yang dipimpin oleh manusia. Dengan menggunakan pesawat ultralight, manusia memandu ibis botak di atas Pegunungan Alpen, mendorong mereka untuk mengadopsi kembali pola migrasi historis. Penonton diajak mengikuti burung-burung dalam perjalanan yang mencekam, mencengangkan dan emosional, belajar tentang karakteristik khusus dan rute migrasi hewan, faktor-faktor yang mempengaruhi penerbangan mereka, dan tantangan yang harus mereka atasi dalam perjalanan.

Film VR Symphony

Symphony memberikan pengalaman audiovisual imersif yang membawa emosi penonton larut dalam petualangan melalui musik. Penonton akan mengalami dan benar-benar memahami musik klasik dari sudut pandang yang belum pernah ada sebelumnya, memasuki interior instrumen atau merasa terlibat dalam orkestra sembari menikmati komposisi Beethoven, Mahler dan Bernstein yang dibawakan oleh konduktor ternama Gustavo Dudamel dan Mahler Chamber Orchestra yang bergengsi.

Film VR Narcissus and Echo

Di Belanda, sekelompok artis menggunakan VR untuk menciptakan pertunjukan balet untuk penonton dengan jumlah kecil yang tetap interaktif dan juga anti-Covid. Karya Narcissus and Echo merupakan kisah tarian virtual yang emosional tentang kesendirian dan koneksi manusia. Pertunjukan karya ini pertama kali dibuka untuk dunia bulan Juni 2021 lalu di Amsterdam dan dipertunjukkan di berbagai kota lainnya. Walaupun dikembangkan untuk memberi pengalaman interaktif, kreatornya, Hidde Kross untuk pertama kalinya mencoba menampilkan versi yang lebih pendek sebagai adaptasi linear, khusus untuk pemutaran Minikino di Bali, Indonesia.

Diskusi Panel Virtual

Diskusi panel dengan tema “What’s Up VR in Indonesia” digelar secara daring pada Rabu, 24 November 2021 jam 18.00 WITA dan bisa disaksikan terbuka melalui minikino.org/live. Tema diskusi seputar percakapan antara para kreator dan seorang produser VR tentang pengalaman membuat VR sinematik di Indonesia, bersama Aaron Wilson (sutradara/penulis), Annisa Adjam (produser), Jonathan Hagard (sutradara/animator/illustrator). Diskusi domoderasi oleh Jolinde Den Haas (Immersive Program di CineMart dan International Film Festival Rotterdam) dan Fransiska Prihadi (Direktur Program Minikino).

5 Hari Menyelami Dunia Virtual

Mengusung tajuk “Immersive Tech Week 2021”, selama lima hari VRDays Europe menyajikan tema yang berbeda-beda tiap harinya.

  • Hari pertama ialah Work, Life, and Ethics, yakni tentang bagaimana hidup dan bekerja dengan aman di metaverse.
  • Hari kedua adalah Education, Safety, and Diversity, yaitu tentang keberlanjutan, keamanan, keberagaman, dan potensi edukasi dari metaverse.
  • Hari ketiga adalah Industry, Marketing, and Commerce, yaitu tentang XR untuk dunia perbisnisan.
  • Hari keempat adalah Science, Research, and Healthcare, yakni tentang potensi XR di bidang medis dan sains.
  • Hari kelima adalah Arts, yaitu tentang dampak XR dalam dunia kreatif dan seni. Bagi pengunjung yang datang ke venue acara secara fisik di Amsterdam akan disajikan lebih dari 30 demonstrasi XR gratis, diskusi, konferensi, panel, jejaring, dan berbagai pengalaman lainnya.

Informasi selengkapnya mengenai kegiatan VRDays Europe bersama Minikino dapat dilihat melalui website https://minikino.org/minikino-x-vrdays-europe/.

 

SHARE
Jurnalisme warga (Citizen journalism) | foto, video, film, creative-writing, esai dan fiksi. Ayo tulislah ceritamu! dan bagikan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here