potofotophoto

Cerita Foto dan Video

Cerita merupakan budaya manusia sejak dahulu kala. Konsep bercerita dalam keseharian manusia tidak pernah hilang, bercerita adalah abadi. Cara bercerita jaman dulu dimulai dengan visual; gambar, tanda-tanda atau simbol-simbol. Simaklah relief bangunan kuno, prasasti, lontar dan artefak lain, selalu menyampaikan cerita.

Dalam praktik fotografi, visual storytelling atau bercerita dengan visual atau gambar sering disebut esai foto, cerita foto atau photo story. Ini adalah cara seorang fotografer untuk menyampaikan sebuah kisah melalui serangkaian foto.

Selembar foto dapat menyampaiakn sejuta kata. Ini benar adanya, karena setiap mata yang melihat memiliki pengalaman dan imajinasi yang berbeda saat menikmati sebuah karya foto. Kemudian ketika kita berbicara cerita foto, mari kita sadari bahwa ada perbedaan antara fotografi dengan visual storytelling melalui media fotografi. Karena storytelling atau bercerita adalah seni tersendiri.

Ketika kita bercerita, kita sedang membagikan pengalaman, sudut pandang, buah pikiran atau imajinasi pada konteks tema tertentu. Dengan harapan, pendengar atau penonton dapat merasakan, tertular oleh emosi cerita yang kita sampaikan.

Dalam sebuah cerita foto, gambar disusun sedemikian rupa, berurut secara kronologis, atau sebuah susunan berdasarkan tema, warna, garis, bentuk dan sebagainya. Susunan ini bertujuan untuk menimbulkan sebuah narasi, yang diharapkan dapat mesuk dan mempengaruhi visi dari penonton.

Dalam cerita foto, caption atau teks juga merupakan bagian penting yang tak terpisahkan. Teks menjadi penguat gagasan dan memudahkan pemahaman konteks dari rangkaian foto yang dipresentasikan. Perlu diingat, bahwa teks adalah pendukung gagasan, membantu memperluas wawasan pemirsa; namun cerita sesungguhnya tetap pada gambar itu sendiri, gambarlah yang harus menceritakan kisahnya.